Mungkin Anda termasuk orang yang senang makan ketika sedang stres. Celakanya, camilan yang dimakan ketika stres adalah donat, gorengan, dan segala jenis makanan berlemak.

Coba ikuti petunjuk berikut ini, sebelum Anda mulai mengunyah ketika dilanda stres.

Pilih Jenis Karbohidrat kompleks

Saat sedang stres, pilih makanan jenis karbohidrat karena zat gizi ini bersifat sebagai penenang dengan mengeluarkan zat bernama serotonin. Serotonin adalah neurotransmitter di otak yang menenangkan. Karbohidrat kompleks seperti kentang rebus, roti gandum, jagung rebus, atau ubi rebus butuh waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan dengan donat, wafer, kue-kue, cakes, sehingga membuat kita lebih tahan lapar. Ini akan mencegah gula darah cepat turun karena terlalu banyak mengonsumsi gula. Konsumsi gula justru membuat rasa cemas jadi lebih parah dalam jangka panjang.

Jangan terlalu lapar

Buat orang yang senang diet ketat, ketahuilah menahan lapar berkepanjangan justru menyebabkan kecemasan jadi bertambah parah. Itu karena kadar gula terlalu rendah, sehingga otak tak mampu menjaga kadar serotonin yang membuat kita jadi tenang.

Tambahkan asam lemak omega-3

Meskipun belum konklusif, ada bukti bahwa asam lemak esensial ini membantu mengatasi cemas dan depresi. Sumber asam lemak omega-3 adalah ikan salmon, ikan kembung, kacang-kacangan, telur.

Tambahkan multivitamin dan mineral

Kekurangan vitamin dan mineral dapat menyebabkan tubuh cemas. Vitamin B berfungsi membuka kunci energi di makanan, khususnya vitamin B6 membantu menghasilkan serotonin di otak.

Cukup pasokan air

Dehidrasi kronis, meskipun hanya ringan, dapat menyebabkan rasa cemas. Pastikan tubuh selalu mendapat pasokan air delapan gelas sehari.

Kurangi kafein

Cola, kopi, teh, cokelat, atau apa pun yang mengandung kafein dapat membuat sistem saraf jadi kewalahan. Kafein memang menyebabkan Anda jadi waspada. Namun, jika berlebihan akan mengubah Anda menjadi gugup, cemas, dan bila parah sekali membuat panik.

Pantang alkohol

Banyak orang minum alkohol untuk menenangkan saraf, tetapi hasilnya justru malah kebalikannya. Untuk sejumlah orang, hangover, insomnia, buang air kecil berlebihan, dehidrasi merupakan tahap menuju rasa cemas. Alkohol dapat menyebabkan serangan panik. Pilihlah jus buah-buahan seratus persen, sebagai pilihan bijak kala menghadapi situasi stres.

Pilih minuman herbal

Sekarang di berbagai supermarket terkemuka tersedia aneka pilihan teh herbal yang menenangkan saraf. Jenis teh herbal itu adalah chamomile dan lemon balm. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter terutama jika Anda sedang menjalani pengobatan, hamil, atau menyusui.

Olahraga

Gerak badan juga merupakan solusi alami mengatasi stres dan kecemasan. Olahraga meringankan ketegangan otot, mengurangi tekanan darah, dan jika cukup, menghasilkan endorfin dari otak. Ini adalah zat yang membuat Anda merasa gembira dan rileks.


Sumber: Senior


Bahan:

1 bks Agar-agar bubuk hijau
600 ml air
150 gr Gula Pasir
250 gr Tape Ketan Hijau

Isi:

1 bh Kelapa Muda
300 ml Santan
Sirup Merah
Susu Kental Manis
Es Serut

Cara Membuat:

1. Didihkan air, campur dengan agar-agar. Aduk rata dan tambahkan gula pasir. Setelah
mendidih, masukkan tape, aduk rata dan masak sebentar.
2. Tuangkan ke dalam loyang, hilangkan uap panas dan masukkan dalam lemari pendingin.
3. Setelah dingin, potong bentuk dadu dan tuangkan ke dalam gelas. Tambahkan kelapa
muda dan santan atau susu.
4. Beri es serut, tambahkan susu kental manis dan sirup merah.
5. Hias dengan daun pandan dan sajikan.

Resep Persembahan indosiar.com


Sumber: www.resepmasakanku.com


Jakarta - Rebon yang mungil, gurih dengan aroma khas membuat rasa bakwan sayuran ini sangat enak dan renyah. Variasikan isi sayuran sesuai selera dan goreng bakwan sesaat akan disantap agar bakwan terasa renyah dan garing. Sajikan dengan mayones atau saus cabai botolan


Bahan:
1 batang daun bawang, iris halus
1 sdm rebon, rendam air hangat hingga lunak, tiriskan
5 buah buncis, iris halus
75 g biji jagung manis
50 g tauge
Minyak goreng
Adonan tepung, aduk rata:
100 g tepung terigu
2 sdm tepung beras
1 butir telur ayam, kocok
1 siung bawang putih, parut
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt garam

Cara membuat:
Campur semua sayuran menjadi satu.
Aduk sayuran dengan adonan tepung.
Goreng tiap 1 sdm penuh (sambil bulatkan dengan sendok makan) adonan dalam minyak panas dan banyak hingga kering dan matang.
Angkat dan tiriskan.

Sajikan hangat.


Untuk 10 buah (ely/Odi)

Sumber dari Detik Food



Allah berfirman, yang artinya, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan, dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An Nur: 30-31)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman baik pria maupun wanita untuk menundukkan pandangan mereka. Dan perintah menunjukkan kewajiban, kemudian Allah menjelaskan bahwa hal ini lebih menyucikan dan membersihkan hati. Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Ali, “Wahai Ali! janganlah engkau mengikuti satu pandangan dengan pandangan lain karena engkau hanyalah memiliki yang pertama dan tidak untuk yang selanjutnya." (HR. Al Haakim dalam Al Mustadrak). Rosulullah shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda, “Zina kedua mata adalah memandang, zina kedua telinga adalah mendengar, zina lisan adalah bicara, zina tangan adalah memegang, dan zina kaki adalah melangkah.” (Muttafaq ‘alaih dengan lafazh Muslim)

Memandang digolongkan zina tidak lain karena ia menikmati memandang kecantikan wanita yang akan menyebabkan masuknya ke dalam hati orang yang memandangnya, sehingga ia tergantung dengannya lalu berusaha berbuat kekejian dengannya. Allah berfirman, yang artinya, “Dia mengetahui mata yang berkhianat dan apa yang tersembunyi dalam dada.” (Ghafir: 19)

Adapun dalil dari As-Sunnah yang menunjukkan hal ini adalah sabda Rosulullah shollallohu 'alaihi wa sallam, “Tidaklah aku meninggalkan fitnah setelahku yang lebih berbahaya bagi kaum pria melebihi kaum wanita.” Hadits ini menggambarkan wanita sebagai fitnah. Dalam Al-Mu’jam Al-Kabir Imam Ath Thabrani meriwayatkan dari Ma’qil bin Yasar bahwasanya Rosulullah shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh bila kepala salah seorang ditusuk dengan besi yang panas itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” Al-Haitami berkata dalam Majma’ Az-Zawaid, “Perawinya adalah perawi kitab Ash- Shahih.” Al-Mundziri berkata, perawinya tsiqah (dapat dipercaya). Rosulullah bersabda, “Sungguh jika seorang pria disentuh oleh seekor babi yang berlumur tanah dan lumpur itu lebih baik baginya dari pada bila pundaknya disentuh oleh pundak wanita yang tidak halal baginya." (HR. Ath-Thabrani)

Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa Nabi melarang pria menyentuh wanita baik dengan penghalang atau tidak Bila ia bukan mahrom baginya karena akan mengakibatkan pengaruh yang buruk. Dan tentu saja tidak termasuk dalam larangan tersebut hal-hal yang bersifat darurat dibutuhkan serta terjadi pada tempat-tempat ibadah seperti di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kaum muslimin yang belum sadar serta menambah petunjuk kepada yang telah mendapatkan petunjuk.
***
Tingkat pembahasan: Dasar
Penulis: Abu Hasan Putra


Sumber: www.muslim.or.id

Sakinah – Vol. 5, No. 11 “Sudah mau nikah kok nggak bisa masak,” ledek seorang kakak lelaki kepada adik perempuannya. Si adik yang memang merasa tidak pintar memasak pun tersenyum seraya menjawab, “Ah, ntar juga bisa!” Memang, sepertinya sudah menjadi kesepakatan umum kalau wanita selayaknya harus bisa masak. Pendapat ini bisa dimaklumi karena salah satu tugas utama wanita setelah menikah adalah memasakkan atau menyajikan makanan untuk keluarganya. Akan repot tentunya, jika sang ibu tidak pintar masak.


Masak nasi saja sering gosong, masak sayur pun keasinan! Kalau terus-terusan begini, suami bisa hobi jajan di luar. Sedih kan, kalau sudah capek-capek masak, eh suami tidak selera makan? Hal itu tidak boleh dibiarkan berlangsung lama. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan agar suami bisa segera menikmati masakan Anda. TERUSLAH BERLATIH Ada pepatah mengatakan, sesungguhnya bisa itu karena biasa. Begitu pula dengan memasak. Jika sejak kecil atau masih gadis seorang wanita rajin membantu ibunya di dapur, insyaallah ia akan lebih mengetahui urusan dapur alias masak-memasak. Kalau sampai menikah ternyata masih belum pintar masak, maka banyak-banyaklah berlatih untuk memasak menu harian.


Menanak nasi pun perlu berlatih, agar tidak gosong atau kurang air (mlethis-Jawa). Demikian juga masak sayur, agar bisa pas di lidah, maka Anda harus belajar mengenal dan meracik bumbu untuk berbagai macam sayur. Jangan malu untuk banyak bertanya pada orang yang lebih tahu urusan masak. Misalnya ibu, kakak, tetangga, tukang sayur, atau siapa saja. Bertanyalah tentang berbagai resep sederhana pada mereka. Bisa pula Anda mempraktikkan resep masakan yang ada dalam buku atau majalah. Mulailah dari resep yang bahan dan cara membuatnya paling sederhana. BUANG RASA MALAS Adakalanya seorang wanita tidak pintar masak karena berawal dari rasa malas. “Mending jajan, beli ‘matengan’, tidak perlu repot-repot.”


Memang beli ‘matengan’ adalah cara yang praktis. Tapi kalau begitu terus setiap hari, apakah tidak boros? Kalau masih berdua mungkin belum begitu terasa. Bagaimana kalau anak sudah empat atau lima? Apa iya, masih mau jajan terus? Memang, untuk memasak kita perlu repot sedikit. Mempersiapkan segala sesuatunya, dari perapian, peralatan sampai bahan, dan nanti kalau sudah selesai harus membersihkan atau membereskan semuanya. Melelahkan, memang. Tapi begitulah tugas ibu rumah tangga. Namun, kelelahan itu akan segera berganti kebanggaan dan kebahagiaan, tatkala seorang ibu melihat suami dan anak-anaknya menyantap masakannya dengan lahap. Untuk yang belum pintar masak, jangan malas untuk terus berlatih.


Setelah terbiasa, nanti akan terbukti bahwa memasak itu bukanlah hal yang sulit. NIATKAN UNTUK IBADAH Bukankah Rasulullah n bersabda bahwa jihad seorang wanita adalah di rumahnya? Mengurus rumah tangga, termasuk mengasuh anak dan memasak adalah ladang jihad bagi wanita. Semua tidak akan sia-sia bila dilakukan dengan ikhlas. Jika diniatkan untuk ibadah, insyaallah segala rasa lelah yang kita rasakan akan berbuah pahala. MASAK BERSAMA Kadang, seorang suami malah lebih pintar memasak daripada istrinya. Karena itu sekali-sekali perlu diadakan acara "masak bersama". Selain untuk menambah keharmonisan, kegiatan ini juga bisa dijadikan sarana untuk menularkan kepandaian memasak sang suami pada istrinya.


Jika suami tidak pintar masak pun, kegiatan masak bersama tetap asyik dilakukan, karena di situ keduanya akan sama-sama belajar. Walaupun memasak adalah tugas seorang istri, tapi tak ada salahnya bila suami juga belajar masak. Jadi, jika kelak istri sedang berhalangan, misalnya sakit atau melahirkan, sang suami bisa menggantikan posisi sebagai koki rumah tangga untuk sementara. JANGAN ASAL ENAK Satu lagi yang perlu diperhatikan oleh para ibu dalam hal masak-memasak. Seringkali untuk "mengakali" rasa yang kurang mantap, ibu kemudian membubuhkan penyedap rasa yang banyak dalam masakan. Padahal, sebagaimana kita ketahui, penyedap rasa kimia (MSG) adalah salah satu zat karsinogenik atau pemicu kanker. Karena itu, kalau bisa sebaiknya dihindari atau diminimalkan penggunaannya.


Demikian juga makanan-makanan instan yang banyak mengandung penyedap rasa, misalnya mi instan, sebaiknya tidak terlalu sering dijadikan menu harian. Produk-produk instan, selain mengandung MSG, kadang juga mengandung zat pengawet dan pewarna, yang juga bersifat karsinogenik. Tanpa MSG pun, masakan bisa tetap enak, asal bumbunya proporsional. Masak sup atau soto misalnya, tanpa MSG bisa tetap enak dengan menggunakan kaldu asli yang sudah dimasak/dipanaskan cukup lama. Untuk "memantapkan" rasa, bisa dibubuhkan sedikit gula pasir sebelum masakan dihidangkan. Demikian beberapa hal yang berkaitan dengan masak-memasak. Masih belum pintar masak? Tak ada kata terlambat untuk terus berlatih. (ummuna)




Saya di lahirkan sebagai laki-laki. Tumbuh menjadi dewasa juga dalam lingkungan laki-laki. Saya hendak berbicara tentang cita-citaku. Cita-citaku teramat banyak kalau dirunut sedari kecil. Menjadi pahlawan, mendapatkan istri yang cantik, menjadi ilmuwan, meraih gelar dokter, menjadi orang yang berjasa, selalu bisa membantu orang lain adalah sebagian, ya...sebagian cita-citaku. Dan itu tidak terlepas dari pola pergaulan masa kecilku.

Namanya juga cita-cita, ada yang tercapai disamping cita-cita yang menguap begitu saja. Dan kini, ternyata koleksi cita-cita itu tak berkurang , bahkan semakin menggunung. Semakin hari semakin bertambah.

Kini saya punya cita-cita "baru". Sebenarnya sudah lama ada, cuma cita-cita itu kini serasa terlahir kembali. Begitu dekat begitu hangat menghujam dalam kalbu. Aku ingin menghadap Allah dengan hati yang selamat, bersih dari noda syirik dan sirik. Aku betul-betul mendambakan hati yang suci dari berbagai penyakit.

Untuk itu saya ingin mendapat teman-teman yang bisa bersinergi dan saling berbagi. Rindu rasanya bertemu ustadz yang bisa membimbing dan memberi nasihat sembari menebar contoh kebaikan. Aku berharap bisa tinggal di tempat yang sejuk, sesejuk hati orang-orang yang ada di sekitarku.

Karena itu pulalah, saya sebagai manusia biasa jika selama ini ada salah dan khilaf, kiranya sudi memaafkan. Doa dan bantuannyajua kuharap agar cita-citaku ini bisa terkabul. Karena saya, dan kita semua, sadari bahwa hati yang selamat adalah bekal utama bertemu dengan Sang Pencipta.

"Hari di mana tidaklah bermanfaat harta dan anak-anak, kecuali yang menemui Allah dengan hati yang selamat...."


Teruntuk ustadz Abu Hamzah di Saudi, ustadz-ustadz di Pondok Tho'ifah Kediri, Ustadz Ayub di Jember, terima kasih atas segala nasihat indahnya, jazakumullahu khairan. Semoga Allah menjaga antum dan keluarga



Sakinah - Vol. 5, No. 10 Wanita ayu itu, sebut saja Intan, usianya belum sampai tiga puluhan. Anaknya satu usia TK, diasuhnya sendiri tanpa ayahnya. Tanpa bisa ditolak, sesuatu telah terjadi pada perkawinannya. Satu kata yang dahulu sangat dia takutkan terjadi, ternyata terjadi juga. Ya, qadarullah, oleh karena suatu sebab, dia telah bercerai dengan suaminya. Kini, dalam kesendiriannya, ia mendambakan keluarga yang utuh. Ia mengharapkan kehadiran seorang suami sekaligus ayah bagi anaknya. Lain halnya dengan Fira (bukan nama sebenarnya), wanita belia yang usia pernikahannya baru seumur jagung.

Ia harus rela berpisah dengan suaminya tercinta untuk selama-lamanya, karena Allah
l telah memanggilnya. Hatinya sedih tak terkira, tetapi ia berusaha untuk tetap ikhlas dan menerima segala keputusan Allah l. Sebagai muslimah, ia yakin semua ada hikmahnya, dan Allah Maha Mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya. Intan dan Fira hanyalah contoh dari sekian banyak wanita yang masih muda, tapi sudah menjanda. Baik karena cerai atau suaminya meninggal. Menjadi janda, khususnya bagi wanita muda, tentu sebenarnya sangat tidak diinginkannya. Seorang suami yang selama ini melindungi dan menafkahinya, tempat ia bermanja, tiba-tiba tak ada lagi di sisinya. Tiba-tiba kesepian menemani hari-harinya. Kadang, berbagai masalah, ujian, dan fitnah, datang menerpa.

Wajarlah jika banyak kumbang yang berusaha mendekatinya, karena ia masih muda. Ibarat bunga, ia masih menawan, belum layu ditelan masa.
Kesendirian yang berlarut tentu kurang baik bagi seorang janda. Karena itulah, ketika ada seorang laki-laki shalih yang datang meminangnya, ia begitu bahagia. Memang itulah yang ia harapkan. Lelaki shalih yang bertanggung jawab, bukan sekadar kumbang yang suka menggoda. Menikahi Janda, Mengapa Tidak? Meski Rasulullah n menganjurkan para pria untuk lebih mengutamakan perawan untuk dinikahi, bukan berarti beliau melarang seorang pria menikahi janda.

Bukankah sebagian besar istri beliau juga janda?
Bagi seorang pria, menikahi janda juga bisa dijadikan pilihan. Apalagi jika ia berniat untuk menyantuni seorang wanita yang tidak lagi bersuami dan anak yatim yang kehilangan kasih sayang seorang ayah. Jika dilakukan dengan ikhlas, semua itu insyaallah akan membuahkan pahala yang besar. Memang harus diakui, gadis perawan tentu memiliki banyak kelebihan dibandingkan seorang janda. Akan tetapi, janda pun punya satu kelebihan dari perawan, yaitu ia lebih berpengalaman! Ya, karena ia sudah pernah berumah tangga.

Dengan begitu, diharapkan dia bisa mengurus rumah tangganya dengan lebih baik.
Jika dulu ia pernah gagal membina keluarga bersama suami pertamanya, maka diharapkan ia bisa belajar dari pengalamannya itu untuk kemudian lebih introspeksi dan memperbaiki diri. Sehingga jika kemudian ia menikah lagi, ia akan berusaha menjaga keutuhan rumah tangganya, agar tidak karam sebagaimana yang pertama. Pilih yang Shalihah Jika ingin menikahi janda, seorang lelaki tetap harus memperhatikan rambu-rambu yang telah diberikan Rasululah n untuk memilih calon istri. Yaitu sebuah hadits yang artinya, Wanita itu dinikahi karena empat hal. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah agamanya, (kalau tidak) engkau akan celaka. (Riwayat Bukhari dan Muslim) Dalam Syarah Muslim, Imam Nawawi menjelaskan bahwa barangsiapa yang memilih karena pertimbangan agama, maka akan mendapatkan kebaikan dan barakah serta terlindung dari berbagai mafsadat.

Ini buah dari mulianya akhlak dan kebaikan wanita pilihannya.
Adapun mengenai gambaran akhlak wanita shalihah, adalah yang selalu menyenangkan hati suaminya bila dipandang, selalu taat pada suaminya, tidak pernah melanggar perintahnya serta tidak berkhianat dalam mengelola harta suaminya. Wanita seperti inilah sebaik-baik perhiasan dunia, yang layak dimiliki oleh lelaki yang shalih. Untuk Para Janda Untuk para saudariku yang saat ini sudah menjanda, jangan biarkan hati kalian terus-menerus dalam kesedihan. Sungguh, meski sudah tidak punya suami, tetapi kalian masih punya Allah l yang Maha Hidup. Tetaplah menjaga kecintaan dan ketaqwaan kepada Allah l, karena Allah l berfirman, Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, Rabb kami ialah Allah, kemudian mereka bersikap istiqamah, maka akan turun malaikat kepada mereka (dengan mengatakan), Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.’” (Fushshilat:30) Berusahalah untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, dan jagalah akhlak kalian baik di dalam maupun di luar rumah. Sebisa mungkin, kurangilah aktivitas di luar rumah.

Jika terpaksa harus keluar rumah, jangan lupa untuk senantiasa menutup tubuhmu dengan pakaian yang syar
i. Jika mungkin, mintalah salah seorang mahrammu untuk menemanimu. Ingatlah bahwa keanggunan dan kesendirianmu bisa menjadi fitnah bagi lelaki. Karena itu, berhati-hatilah dan jangan lupa berdoa dalam memulai setiap langkahmu. Jika kamu merindukan kasih sayang seorang suami sebagaimana dulu pernah engkau miliki, maka berdoalah kepada Allah agar memberikan yang terbaik untukmu. Sungguh Allah telah berjanji untuk mengabulkan doa hamba-Nya, akan tetapi engkau pun harus bersabar. Yang terpenting, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah l. Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. (Ummu Aslam)


Sumber: www.majalah-nikah.com